Jangan kamu tanya seberapa besar dan panjang cinta seorang Ibu terhadapmu. Karena sejauh apa pun kakimu melangkah dan setinggi apa pun kau berpijak, sosok Ibu akan selalu mendoakanmu, mengingatmu, serta menyayangimu. 

Jangan kamu tanya seberapa besar dan panjang cinta seorang Ibu terhadapmu. Karena sejauh apa pun kakimu melangkah dan setinggi apa pun kau berpijak, sosok Ibu akan selalu mendoakanmu, mengingatmu, serta menyayangimu. Namun, bagaimana denganmu? Akankah sosok Ibu selalu ada dalam tiap langkahmu, dalam denyut nadimu, dan dalam setiap hembusan napasmu?

Pepatah pun mengatakan, surga berada di bawah telapak kaki Ibu. Hal itu jelas menandakan bahwa seorang Ibu memiliki keistimewaan tersendiri. Ia yang sudah sembilan bulan mengandungmu, melahirkanmu dengan mempertaruhkan nyawanya, lalu membesarkanmu dengan penuh cinta kasih.

Sosok Ibu yang senantiasa memelukmu di saat kamu berada dalam ketakutan, menguatkanmu saat kamu terpuruk, menyenandungkan lantunan lagu menjelang tidurmu, hingga meluangkan waktunya untuk memenuhi segala kebutuhanmu.

Setelah semua yang Ibu lakukan untukmu, masihkah kamu berani mengecewakannya? Membuatnya bersedih atau melupakannya? Sungguh, seberapa pun uang yang kamu keluarkan atau barang yang kamu beli, belum tentu mampu membalas segala kebaikan Ibu.

Namun, hanya dengan selalu mendoakannya, menyapanya, dan tidak pernah meninggalkannya bisa membuat seorang Ibu merasa bahagia. Lantas, sudahkah kita melakukan hal itu hari ini terhadap Ibu?


Jangan Buang Ibu, Nak... sebuah novel karya Wahyu Derapriyangga yang mengisahkan tentang perjuangan seorang Ibu dalam mempertahankan keluarganya setelah sang suami meninggal dunia. Novel ini tak hanya mengharukan dan penuh perjuangan, tetapi juga menyadarkanmu tentang cinta kasih yang tulus dari seorang Ibu.


Buku Baru

humaira alfarisi 39 55 41